Selasa, 06 September 2016

Angkutan Batubara 'Lecehkan' Surat Edaran Gubernur

Tampak sebagian angkutan batubara
Tampak sebagian angkutan batubara mulai melintas di siang hari, padahal baru diperbolehkan setelah pukul 18.00, di Jalan A Yani Muaraenim, tepatnya di depan Kantor Bupati Muaraenim, Sabtu (3/9). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Meski Surat Edaran Gubernur Sumsel No 14 Tahun 2015 tentang aturan jadwal pengaturan angkutan melintas hanya boleh pukul 18.00 - 05.00, masih berlaku, namun sebagian angkutan batubara masih membandel. Akibatnya sebagian para pengguna jalan merasa dirugikan, Minggu (4/9/2016).
Dari pengamatan dan informasi yang dihimpun di lapangan, meski volume dan intensitas operasional angkutan batubara tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, namun permasalahan yang ditimbulkan oleh angkutan batubara masih saja terjadi.
Mulai dari konvoi yang terlalu panjang hingga sampai menyulitkan para pengguna jalan lain akan mendahului, juga aksi supir angkutan batubara yang sering kebut-kebutan terutama ketika kondisi truk kosong sehingga sering menjadi biang kecelakaan lalulintas yang sampai merengut korban jiwa.
Selain itu juga, angkutan batubara sering sudah melintas dibawah pukul 18.00 di Jalinsum Lahat - Palembang. Padahal sesuai Surat Edaran Gubernur jelas dikatakan angkutan Batubara baru boleh berjalan pada pukul 18.00 dari Lahat.
Menurut Joni (40) warga Muaraenim, ia beberapa kali kesal dengan ulah angkutan batubara, sebab jika bermuatan mereka sering berjalan konvoi dan terlalu panjang sehingga kesulitan ketika akan mendahului. Dan jika mobil batubara kosong, rata-rata supirnya memacu kendaraannya cukup kencang, dan beberapa kali terjadi kecelakaan rata-rata supirnya masih muda-muda.
"Itu coba Pak Polisi SIM supirnya diperiksa, masa umur 25-an sudah pegang SIM B1. Apakah prosedurnya sudah benar," ujarnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Randi (35) warga Palembang, bahwa sebagai supir ekspedisi tentu ia merasa sangat kesulitan ketika akan mendahului konvoi angkutan batubara. Bahkan ia nyaris hampir kecelakaan akibat sulitnya mendahului truk batubara tersebut.
Kadang-kadang, beberapa supir seperti tidak mengerti aturan berlalulintas, karena kita sudah beberapa kali meminta jalan namun mereka seperti tidak peduli bahkan terkesan mempermainkan pengendara yang akan mendahuluinya.
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post

Related Posts

Angkutan Batubara 'Lecehkan' Surat Edaran Gubernur
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>