Hosting Unlimited Indonesia

Berikut Nama Korban Terbakarnya Kapal Minyak Jag Leela, Waruna Diminta Bertanggung Jawab

Kapal Minyak Jag Leela Terbakar di Dok PT. Waruna, Belawan

Belawan, – Dari penyelidikan polisi di lokasi kebakaran kapal minyak Jag Leela, total ada sebanyak 22 orang karyawan pekerja PT. Waruna yang menjadi korban luka ringan dan berat pada musibah kapal terbakar ini.

Disampaikan Kapolres Pelabuhan Belawa AKBP MR Dayan “Semua pekerja telah mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit TNI AL dan PHC Belawan, Senin (11/05/2020)

Dijelaskan, polisi belum bisa melakukan penyelidikan hingga ke bagian dalam kapal karena belum aman apalagi asap tebal masih keluar dari dalam kapal. “Penyelidikan kita masih sebatas pada bagian dermaga dan pelataran kerja. Sedangkan untuk bagian dalam kapal belum kita sentuh karena belum aman,” ujar Kapolres.

Hosting Unlimited Indonesia

Berikut data pekerja yang mengalami luka ringan dan berat serta dirawat RS PHC Belawan diantaranya Juhendri (40), Mahyaruddin (37), Sandro Sitorus, (24), Aldi Syahputra (21), Irfan Efendi (28), Dahrul (31). Enam orang pekerja tersebut mengalami luka bakar dan dirawat inap di RS PHC Belawan.

Selanjutnya, Irwanto (40), Junaidi, (29), Ilham (38), Gunawan (31) dan Awaluddin (32), mengalami luka ringan dan mendapat pelayanan rawat jalan.

Sementara untuk korban yang dirawat di Rumah Sakit Komang Makes Lantamal Belawan sebanyak enam orang yakni Rizky Alexander, luka bakar pada bahagian tangan, warga Perumahan Bumi Permai; Eko Wilistio (35) mengalami luka bakar ringan, warga Jl. Pasar lama Lingk 24 Kel. Pekan Labuhan; Mohammad Diva Negara Lubis (27), Sutino (46) warga Gang Bima Lingk 6, Kel. Rengas Pulau Kec. Medan Marelan, Rahmad Hidayat, (30) Jl. Young Panah Hijau, Kel. Labuhan Deli dan Ameng Hukato, (19) tinggal di Mess PT. Waruna.

Sementara itu, Forum Anak Belawan Bersatu (FABB) Dedi Satria Ainal ATT III didampingi Sekretaris Adli Azhari, SE meminta PT. Waruna Shipyard Indonesia harus bertanggung jawab penuh terhadap semua korban dan dampak lingkungan akibat kebakaran kapal tengker MT Jeg Leela.

“Kami menduga yang meninggal akibat kebakatan itu banyak walau belum bisa dievakuasi dari dalam kapal,” katanya.

Selaku lembaga pengawas masyarakat Belawan, FABB juga mendesak penegak hukum untuk bekerja dengan cepat dan transparan. “Kami minta polisi dan Syahbandar serta Otoritas Pelabuhan bekerja dengan jujur karena ada dugaan kelalalian dalam peristiwa ini,” katanya.

Penegak hukum harus menegakkan semua aturan diantaranya UU. No. 17 tahun 2008, tanggal 07 Mei 2008 tentang Pelayaran, UU RI No. 1 tahun 1970 perihal tentang Keselamatan Kerja, UU RI No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, UU RI No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU RI No. 40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, UU RI No. 24 tahun 2011 tentang BPJS, PP No. 88 tahun 2019 tentang kesehatan kerja dan Permenaker No. 5 tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta UU dan peraturan lain yang menyangkut tentang K3 dan ketenagakerjaan.

“Apabila memang ditemukan adanya dugaan kelalaian dalam kebakaran tersebut, polisi bisa mengusutnya secara tuntas dengan menerapkan pasal 359, pasal 360 dan pasal 361 KUHP,” pungkas Dedi.

Share this: