Hasil penelitian mengungkapkan dampak minum kopi untuk penyakit sindrom metabolik

Gambar : unsplash.com

lintas-sumatera.com – Buat sebagian orang, tak lengkap rasanya menjalani hari tanpa secangkir kopi. Kopi bisa membangkitkan mood dan semangat. Sebab, kafein dalam kopi bisa mengangkat suasana hati. Tapi, penelitian terbaru juga mengungkap hubungan minum kopi dengan berbagai penyakit sindrom metabolik.

Dilansir dari NDTV, Kamis (28/11), Laporan dari Institute for Scientific Information on Coffee (ISIC) berjudul ‘Coffee and Metabolic Syndrome: Tinjauan penelitian terbaru’ oleh Federasi Masyarakat Nutrisi Eropa (FENS) di Dublin, Irlandia menjelaskan kaitan kopi dengan sindrom penyakit metabolik. Dikatakan kopi mengurangi risiko penyakit yang berhubungan dengan sindrom metabolik atau MetS seperti jantung dan stroke.

Asisten Profesor Giuseppe Grosso meninjau penelitian ilmiahnya tentang hubungan antara konsumsi kopi dan MetS. Studi tersebut mengungkapkan bahwa kopi mengandung senyawa yang disebut Polifenol dari asam fenolik dan flavonoid.

Sehingga disarankan minum kopi 1-4 cangkir sehari dapat mengurangi risiko penyakit MetS. Dan pada akhirnya mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, mortalitas segala-penyebab, hipertensi dan diabetes tipe 2.

Studi ini menyimpulkan bahwa efek positif dari minum kopi dalam jumlah sedang dapat dilihat pada laki-laki dan perempuan. Maka tak masalah untuk minum kopi 1-4 cangkir sehari.

Kopi berkafein maupun tanpa kafein juga dikaitkan bisa menurunkan risiko sindrom metabolik. Peneliti mengingatkan agar tidak minum kopi berlebihan lebih dari 4 cangkir kopi karena tak baik untuk kesehatan. Dan juga tidak disarankan untuk menambahkan gula.

Sumber : jawapos.com