Hosting Unlimited Indonesia

Perebutkan Kursi Nomor Satu di Medan, Mantu Jokowi dan Akhyar Nasution Siap Maju di Pilkada Medan

Dari kiri; Bobby Nasution dan Akhyar Nasution

Lintas-sumatera.com – Sejumlah partai politik mulai memberi sinyal dukungan tiga bulan menjelang pendaftaran pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Pilkada Serentak 2020. Sejauh ini baru ada dua kandidat kuat: Bobby Nasution dan Akhyar Nasution.

Dari sepuluh partai pemilik kursi di DPRD Kota Medan, setidaknya empat di antaranya telah menentukan sikap. Partai Nasdem yang memiliki 4 kursi, sejak jauh-jauh hari sudah menyatakan dukungan kepada Bobby.

Dalam lawatannya ke Sumatera Utara pada Februari lalu, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyebut survei menunjukkan elektabilitas Bobby tinggi. Dia juga menyebut kalau menantu Presiden Joko Widodo itu merupakan sosok yang menonjol.

Hosting Unlimited Indonesia

Disampaikan oleh Surya Paloh usai peresmian Kantor DPW NasDem Sumut, “Untuk Bobby cukup jelas NasDem akan memberikan dukungan sepenuhnya.

Dukungan untuk Bobby juga sudah datang dari Partai Golkar yang punya 4 kursi di Medan. Wakil Ketua DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung menegaskan partainya sejak awal telah memutuskan dukungan untuk Bobby di Medan.

Sementara PAN, baru saja memberi sinyal dukungan untuk suami Kahiyan Ayu itu. Ketua Umum Zulkifli Hasan bersama sejumlah petinggi PAN baru-baru ini menemui Bobby.

“SK-nya belum keluar, tapi silaturahminya pembicaraan hangat, cair, dan kita mengapresiasi Bobby untuk maju pilwakot,” ujar Wasekjen PAN Yandri Susanto kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/6).

Sementara Partai Demokrat yang mengantongi 4 kursi menyatakan enggan mendukung Bobby. Mereka hendak mengusung Plt Wali Kota Medan yang juga bakal petahana, Akhyar Nasution.

Sekretaris Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan pihaknya memilih Akhyar karena memiliki rekam jejak yang baik di legislatif dan eksekutif. Demokrat menyatakan tidak mau Kota Medan dipimpin orang yang sedang coba-coba.

Dengan sinyal-sinyal dukungan itu, maka bisa dikatakan saat ini Bobby setidaknya telah mengantongi 14 kursi atau 28 persen suara DPRD Kota Medan dari Nasdem, Golkar, dan PAN. Adapun Akhyar baru mendapat dukungan 4 kursi atau 8 persen suara dari Demokrat.

Sementara enam partai lainnya belum menyatakan sikap ataupun memberi sinyal dukungan. Tiga partai, yakni PKS, Gerindra, dan PDIP, masih belum memberi jawaban pasti terkait dukungan di Pilwalkot Medan.

Sekjen PKS Mustafa Kamal sempat bilang pihaknya mempertimbangkan dukungan untuk Bobby setelah bersilaturahmi dengan petinggi Golkar Februari lalu. Namun hingga kini belum ada kelanjutan dari wacana itu.

Kemudian Partai Gerindra yang memiliki 10 kursi baru akan menentukan dukungan pada Juli mendatang. Sementara PDIP yang juga punya 10 kursi belum mengeluarkan sikap resmi.

Satu yang sempat bikin heboh ketika Ketua PAC PDIP Medan Johor, Gumana Lubis menyatakan dukungan kepada Akhyar. Padahal Bobby berstatus sebagai kader PDIP sejak Maret lalu. Hal itu tentu makin menegaskan sikap PDIP yang masih mengambang.

Namun begitu PDIP pusat justru meradang dengan pernyataan dukungan Gumana tersebut karena tak selaras dengan kebijakan DPP terkait teknis dan strategi menghadapi Pilkada Serentak 2020.

“Ya, PAC telah kami tegur karena untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan strategis terkait Pilkada itu berada di Dewan Pimpinan Pusat Partai,” Disampaikan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (8/7).

 

Sekilas Bobby vs Akhyar

Bobby diketahui merupakan pengusaha muda kelahiran Medan pemilik PT Wirasena Citra Reswara (WCR). Namanya mulai dikenal publik ketika ia mempersunting putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, pada 8 November 2017.

Putra mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (Persero) IV Erwin Nasution itu mulai mencoba masuk dunia politik akhir 2019. Ujungnya pada 12 Maret 2020, Bobby resmi mendaftar sebagai kader PDIP.

Jika jadi mendaftar sebagai calon pada Pilwakot Medan 2020, maka itu pertama kalinya dia terjun ke politik.

Sementara Akhyar saat ini menjabat sebagai Plt Wali Kota Medan. Pada Oktober 2019, ia ditunjuk menggantikan Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin yang terjerat kasus suap di KPK.

Saat Pilkada 2015, Dzulmi-Akhyar didukung PDI-P, Partai Golkar kubu Bali dan Ancol, PKS, Partai Nasdem, PKPI, PBB dan PPP. Mereka menang dari pasangan Ramadhan Pohan-Edi Kusuma setelah meraih 72,01 persen suara sah.

Diketahui tahapan Pilkada Serentak 2020 kembali bergulir Senin (15/6) lalu. Pencoblosan akan dilakukan pada 9 Desember, sedangkan pendaftaran paslon dimulai 4 September.

Setiap parpol atau koalisi parpol butuh minimal 20 persen suara untuk mengusung pasangan calon. Jumlah itu setara dengan 10 kursi di DPRD Kota Medan. (osc)

Share this: